Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Juli 2011

Tips Membimbing Anak

Tips bagi para orang tua agar dapat membimbing anak-anaknya yang cerdas.

  1. Amati dan pahami kelebihan dan kekurangan anak.  Anak yang cerdas sekalipun, tidak berarti dia menguasai semua bidang. Sebagai manusia dia juga tetap memiliki kekurangan. Berikan tuntunan yang realistis dan sesuai dengan kemampuan atau potensi yang dimilikinya. Memaksakan anak untuk menguasai sesuatu yang tidak sesuai dengan potensi yang dimilikinya atau yang bukan minatnya hanya akan membuat anak tertekan.
  2. Ada baiknya para orang tua bersama-sama ahli mencari tahu dengan jelas potensi-potensi apa yang dimiliki anak dan mendiskusikan program apa yang baik diberikan kepada anak, sekolah apa yang baik untuk anak, dan pada tingkat mana pelajaran harus diberikan kepada anak.
  3. Berikan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan minat anak. Sediakan sarana atau lingkungan yang memungkinkan anak untuk dapat mengembangkan potensinya.
  4. Sering-seringlah mengajak anak berialog. Beri anak kesempatan untuk mengemukakan pendapat atau keinginannya. Beri anak kebebasan untuk berfikir dengan cara yang berbeda dengan kita karena akan-anak yang cerdas biasanya memiliki minat yang luas dan memiliki banyak topik pembicaraan yang ingin di sampaikan.
  5. Simaklah apa yang diceritakan oleh anak dan jawablah pertanyaan anak dengan tepat, sabar, dan bijak. Jangan matikan rasa ingin tahu dan kreativitas anak dengan ketidak pedulian atau jawaban asal-asalan. Alangkah baiknya jika dalam menjawab pertanyaan anak, kita juga mengarahkan anak untuk bersama-sama menemukan jawabannya melalui buku, koran, dan sebagainya sehingga anak juga terlatih untuk berfikir dan berusaha aktif dalam menemukan solusi.
  6. Memberikan pembinaan mental. Anak cerdas bukan berarti anak yang serba tahu bagaimana harus bertingkah laku. Seperti anak-anak yang lain, anak yang cerdas juga harus diarahkan untuk mengenal disiplin, tanggung jawab, dan memiliki keterikatan yang kuat pada tugas yang sedang dihadapinya.
  7. Diperlukan kreativitas orang tua atau guru dalam membimbing anak-anak yang cerdas agar terhindar dari problem psikologis akibat kecerdasan yang dimilikinya seperti masalah sulit beradaptasi, stress, suka mengganggu teman, atau membuat keonaran karena merasa bosan dengan pelajaran di sekolah.
  8. Jangan menganakemaskan anak cerdas dibadingkan dengan saudara-saudaranya yang kurang cerdas. Hal itu membuatnya menjadi anak yang egois, manja dan berbuat semaunya.
  9. Ciptakan suasana rumah yang penuh kedamaian, rasa cinta dan saling menghormati karena hal itu akan mendukung tercapainya aktualisasi kecerdasan yang di miliki anak terutama untuk perkembangan bahasa, pikiran, emosi dan kesempatan sosialnya.
  10. Beri anak kesempatan untuk bermain dan bergaul dengan teman-temannya. Jangan memaksa anak untuk ikut banyak les yang menghabiskan waktu bermainnya. Jangan memaksa anak untuk lebih dini dan lebih cepatdalam menyelesaikan kurikulum di sekolah. Biarkan anak tumbuh dan berkembang sesuai usianya.
  11. Ciptakan pola pengasuhan yang bersifat Authoritatif (berwibawa). Berikanlah pengertian kepada anak tentang alasan sari aturan atau perintah yang diberikan dan bersikaplah terbuka terhadap kenginan anak. Namun, tetap berikan batasan-batasan agar anak tetap ada di jalur yang tepat.

Mengembangkan Kecerdasan Ketahan-malangan


Pada tahun 14 Hijriyah. Khalifah Umar Ibnul Khattab menyediakan satu pasukan tempur untuk menentang persia. Khansa mengerahkan keempat puteranya agar ikut mengangkat senjata dalam perang suci itu.  Khansa sendiri juga ikut ke medan perang dalam kumpulan pasukan wanita yang bertugas merawat dan menaikkan semangat pejuang tentara islam.
”wahai anak – anakku, singsingkanlah lengan baju dan berangkatlah, majulah paling depan niscaya kalian akan mendapatkan pahala di akhirat, negeri keabadian. Wahai anakku, sesungguhnya tiada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad itu adalah Rasul Allah. Inilah kebenaran sejati, maka untuk itu berperanglah dan demi itu pula bertempurlah sampai mati. Wahai anakku, carilah maut niscaya di anugrahi hidup.”
Pemuda-pemuda keluar menuju medan perang. Mereka berjuang mati-matian dan mengalahkan banyak musuh, sampai akhirnya mereka pun gugur, keempat-empatnya. Seusai perang, ramailah tentara Islam datang menemui Khansa memberi tahukan bahwa keempat anaknya telah menemui syahid. Khansa menerima berita itu dengan tenang, gembira dan hati tidak bergoncang. Ia terus memuji Allah dengan ucapan : “Segala Puji Bagi Allah, yang telah memuliakanku dengan kesyahidan mereka, dan aku mengharapkan dari Tuhanku, agar Dia mengumpulkan aku dengan mereka di tempat tinggal yang kekal dengan rahmat-Nya!”
Dari peristiwa peperangan itu pula wanita ini mendapat gelaran kehormatan Ummu Syuhada (ibu orang-orang yang syahid). Subhanallah, sungguh sangat tangguh hati Khansa. Sungguh tinggi daya tahan-malangnya! Daya tahan malang yang dimaksud disini juga bermakna cerdas dalam menjadikan musibah atau kekurangan menjadi peluang! Kemampuan untuk tahan secara berulang-ulang menerima dan mengatasi berbagai kesedihan, kekecewaan, kerugian, ketidakberuntungan, dan sebagainya dengan sikap tenang, tangguh, akan memberikan pada kita jiwa besar yang tidak terbayar!
Pertanyaannya sekarang, apa yang akan ibu-ibu lakukan jika mengalami musibah kehilangan, kematian, bangkrut, di PHK, dimadu, mendapat suami berakhlaktidak terpuji, anak kena narkoba, anak pecandu seks, suami terlibat korupsi, mengalami kebanjiran, harta benda habis, kebakaran, dan sebagainya? Apa yang akan ibu lakukan?
  1. Menangis saja sepanjang hari.
  2. Mengucilkan diri, jera, kapok, tidak mau lagi bersosialisasi.
  3. Meminta pertolongan pada orang pandai dan ”orang pandai” untuk menyelesaikan mesalah.
  4. Merinci semua kesulitan dengan tenang dan menyelesaikan dari yang paling mudah sambil memohon terus pertolongan Allah.
Penulis suka membayang kan untuk melatih ketahan-malangan ini dengan mengangkat telepon dan membayangkan seolah mendengar berita kematian seorang keluarga atau sahabat, dan mengatasinya sebaik mungkin.
Itu hanya salah satu contoh imajiner, sesungguhnya daya tahan-malang yang terbaik adalh yang terjadi dari keseharian kita. Banyak sekali, ayo kita kenali dan ayo kita berlatih.

Kesederhanaan Hidup Rasulullah dan Keluarganya


Sepeninggal Nabi Muhammad S.A.W, istri beliau yakni Bunda Aisyah r.a hidup dengan sangat sederhana. Bunda Aisyah berkata, “Ketika Rasul wafat, saya tidak memiliki apapun yang bisa dimakan oleh makhluk hidup, kecuali segenggam gandum dari rak saya. Semua gandum itu saya makan (sedikit-sedikit) dalam waktu yang lama sampai habis.” Tidak berbeda jauh dengan suaminya yakni Rasulullah S.A.W yang semasa hidupnya memilih hidup sederhana dengan tidur beralaskan jerami, di mana setiap kali beliau terbangun maka sebagian dari jerami itu menempel di punggung beliau yang mulia, hingga membuat sahabat Umar bin Khatab yang melihat kondisi itu menangis karena tidak tega melihat kondisi seorang pemimpin besar yang begitu berbeda dengan raja-raja yang ada pada saat itu di mana mereka memiliki istana yang megah dan semua fasilitas yang demikian mewah yang biasanya sangat berbeda dengan kehidupan rakyat yang dipimpinnya. Subhanalloh, ayah bunda sekalian kita dapat melihat betapa seorang pemimpin yang dicintai adalah pemimpin yang dekat dengan rakyat yang dipimpinnya. Para pemimpin seperti itu hidup dan berada di tengah-tengah rakyatnya secara langsung, mendengar keluhan-keluhan mereka, memberikan yang terbaik terhadap apa yang dibutuhkan orang-orang yang dipimpinnya dan menyerahkan seluruh kecintaan mereka dengan tindakan nyata yang secara langsung bisa dirasakan oleh masyarakatnya. Tak heran bila Rasulullah begitu dicintai dan akan terus dibicarakan akhlak dan sikap hidupnya yang mulia itu oleh siapapun yang memelajari perjalanan kehidupannya. Allohumma Sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad. (Diambil dari buku Muhammad Teladanku seri ke 13 – penerbit Sygma Daya Insani)